Terngepop

Tampilkan postingan dengan label Did U Know???. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Did U Know???. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Januari 2011

Monumen Keluarga Berencana yang Ada-ada Saja

Pemerintah negeri Zamrud Khatulistiwa ini gemar membangun suatu monumen untuk program-program yang sedang atau pernah dijalankan. Sayangnya desain monumen tersebut sering kali kurang pas dengan tema yang diusung, kalaupun desain sudah klop dengan temanya terkadang eksekusinya menghasilkan suatu monumen yang punya makna tambahan, meleset dari yang dimaksudkan, bahkan terkadang menjadi "lucu", setidaknya bagi saya.

Salah satu program pemerintah yang cukup terkenal adalah Keluarga Berencana atau biasa disingkat menjadi KB. Program pemerintah yang satu ini merupakan suatu anjuran bagi rakyat supaya hanya memiliki dua anak saja demi menekan laju pertambahan penduduk di Indonesia, sehingga dalam satu keluarga terdiri dari satu bapak, satu ibu, dan dua anak, laki-laki atau perempuan sama saja. Sepanjang sejarah plesir saya kesana kemari saya menemukan dua buah monumen berbentuk patung yang didedikasikan untuk program Keluarga Berencana ini. Yang pertama ada di kampung halaman saya sendiri, Semarang, dan satunya lagi berada di kota Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yang pertama adalah yang berada di Taman Menteri Supeno atau lebih dikenal dengan nama Taman KB di Jalan Menteri Supeno kota Semarang tepat di depan SMA Negeri 1 Semarang. Patung yang didedikasikan untuk program Keluarga Berencana tersebut berada di jantung taman, tepat berada di tengah-tengah kolam air mancur. Meskipun patung ini didedikasikan untuk Program Keluarga Berencana tapi ada yang janggal dengan patung ini. Seperti yang sudah disebutkan di atas Keluarga Berencana itu terdiri satu bapak, satu ibu dan dua anak, namun tidak dengan patung di jantung Taman Menteri Supeno tersebut. Patung di tengah taman Menteri Supeno a.k.a Taman KB tersebut hanya terdiri dari satu ibu dan dua anak. Saya pikir bapaknya sedang jajan di pedagang kaki lima di sekitar taman, tapi dicari-cari pun tak kunjung ditemukan, kembali saat malam menyelimuti kota pun sang bapak tak kunjung pulang. Saya jadi curiga jangan-jangan si bapak inilah yang sering kita kenal dengan Bang Thoyib, yang sampai tiga kali lebaran nggak pernah pulang. Hehehe... Karena absennya sang bapak inilah alih-alih menyebut taman tersebut dengan nama Taman KB atau Taman Menteri Supeno, saya dan teman-teman lebih suka menyebutnya dengan nama Taman Janda. Lha wong cuma satu ibu, dua anak nggak ada bapaknya. :)

Patung Keluarga Berencana di Taman KB, Semarang. Nggak ada bapaknya kan.

Monumen yang kedua terletak di halaman kantor Kecamatan Depok, kota Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya menemukan monumen ini saat saya sedang jogging pagi menyusuri ringroad utara dari perempatan Jalan Kaliurang sampai dengan perempatan Condong Catur (ada juga yang menyebutnya perempatan Gejayan). Monumen berbentuk patung ini tidak memiliki kejanggalan seperti yang ada di Semarang, semuanya komplit, satu bapak, satu ibu beserta dua anak (satu anak perempuan mengenakan toga wisuda dan satunya lagi anak laki-laki berseragam SD). Yang lucu dari patung bercat warna tembaga ini adalah pose keluarga tersebut, kecuali si anak perempuan ketiga anggota keluarga yang lain berpose seperti pemain sepakbola yang sedang membentuk pagar betis. So, alih-alih menyebut patung ini "Tugu KB" sesuai sign yang terdapat di depannya, saya lebih senang menyebutnya sebagai patung "Pagar Betis".


Jangan-jangan tidak jauh dari patung ini ada patung tendangan sudut. :)

Yah, setidaknya sampai saat ini saya belum pernah menemui monumen Keluarga Berencana dengan komposisi keluarga lebih dari dua orang anak apalagi ada dua istri. Kalau itu namanya sudah Keluarga Besar, poligami pula. :D :D :D

Minggu, 24 Mei 2009

Menggoda Gairah

Banyak cara dilakukan oleh pelaku usaha agar usahanya dikenal & selalu diingat oleh khalayak luas, salah satu caranya adalah dengan menggunakan nama yang unik bahkan cenderung aneh. Seperti halnya yang dilakukan oleh sebuah toko yang bergerak di usaha ponsel & Playstation di ruas jalan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta di dalam foto berikut ini.


Rabu, 18 Maret 2009

Fakta Tentang Coca Cola #2

Saat sedang asyik membaca-baca e-mail dari salah satu alamat e-mail kepunyaan saya, lagi-lagi saya menemukan hal yang menarik. Tulisan berikut ini & yang sebelumnya bukanlah dimaksudkan untuk mendiskreditkan Coca Cola, namun lebih diperuntukkan untuk memperluas pengetahuan pembaca sekalian & menambah kewaspadaan (khususnya pada artikel ini) terhadap bahaya potensial yang mungkin ada di sekitar kita.

Berikut ini adalah foto-foto yang menunjukkan percobaan pencampuran Coca Cola dengan Mentos (salah satu merek permen mint)

Nah, sekarang bisa Anda bayangkan apa yang terjadi jika reaksi tersebut terjadi di dalam tubuh Anda. Pada foto di atas yang menjadi percobaan adalah Coca Cola dengan embel-embel "Light", apa jadinya jika yang menjadi percobaan adalah Coca Cola yang reguler?

Mengingat kedua produk di atas (Mentos & Coca Cola, dan produk lain yang sejenis) juga banyak beredar secara luas di Indonesia, ada baiknya Anda meningkatkan kewaspadaan. Terutama apabila Anda memiliki anak yang masih kecil dan belum paham akan hal-hal seperti ini, karena dalam e-mail yang saya terima disebutkan juga di luar negeri sudah ada korban akibat makan permen Mentos & minum Coca Cola secara bersamaan. Coca Cola kalau dicampur Mentos (apalagi Bodrex) ternyata brrrrrrrrrbahayaaa......

Selasa, 03 Maret 2009

Fakta Tentang Coca Cola #1

Hari Sabtu kemarin (28/3/2009) saat Mas Wahyu tetangga depan rumah pulang dari belanja, Ibu bertanya kepadanya,
"Wah beli Coca Cola segala, mau pesta ya?"
"Bukan, ini mau buat bersihin kotoran di lantai kamar mandi" jawabnya.
Nah lo! Alih-alih membeli cairan pembersih porselen atau cairan pembersih kerak kamar mandi ia malah membeli Coca Cola. Jika dilogika ini berarti Coca Cola cukup "keras" untuk membersihkan kotoran-kotoran di kamar mandi, padahal terkadang kita meminumnya. Jika kita sering meminumnya apa jadinya perut kita???

Jumat, 06 Februari 2009

Di Sisi Mana kah Anda Seharusnya Berjalan?

Selama ini jika anda berjalan kaki atau mungkin sedang jogging melewati pinggir jalan raya, Anda berjalan di sebelah mana?

Di sebelah kiri jalan atau di sebelah kanan jalan?

Sebagian besar orang pasti menjawab di sebelah kiri, padahal yang benar seharusnya di sebelah kanan. Bingung kan?

Nah, mari kita logiskan. Kita ilustrasikan sekarang Anda berada di sebuah ruas jalan yang membentang dari arah utara ke arah selatan, Anda hendak berjalan ke arah selatan. Di lajur kiri kendaraan menuju selatan, sedangkan di lajur kanan kendaraan menuju ke utara. Jika Anda berjalan di sebelah kiri, berarti Anda berjalan searah dengan arah kendaraan. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya itu berbahaya? Mengapa?

Pertama yang jelas Anda tidak punya spion yang bisa mengawasi belakang Anda. Kedua, jawaban yang lebih logis, karena reflek manusia lebih baik bila mengantisipasi sesuatu yang datangnya dari depan bukan dari belakang. Bayangkan jika tiba-tiba ada mobil yang remnya blong dan menerabas ke trotoar tempat Anda berjalan. Jika mobil itu datangnya dari depan, secara visual sudah pasti akan terlihat dan Anda bisa segera bereaksi menghindar. Namun apabila datangnya dari belakang, bisa-bisa saat Anda menyadarinya mobil tersebut sudah tinggal 10 cm dari Anda. Dan...braaak!!! Tertabraklah Anda, karena sudah terlalu terlambat untuk menghindar.

Jadi mulai sekarang berjalanlah di sebelah kanan. Make sense, kan?

Senin, 25 Agustus 2008

Universitas Gadjahmada bukan di Jogja lho!!!




Tahukah Anda bahwa Universitas Gadjahmada (UGM) sebenarnya bukan terletak di kota Yogyakarta?
Jadi selama ini bila kita ditanya "kuliah di mana?" lalu kita jawab "UGM, Jogja", that's wrong. Karena Universitas Gadjahmada atau UGM sebenarnya terletak di Sleman dan kota Jogjakarta (Yogyakarta) sendiri bila kita berada di pintu gerbang UGM terletak hanya sekitar 20-an meter di selatannya. Jadi apabila kita berjalan ke arah selatan, kemudian telah melewati semacam plang berbentuk gunungan berwarna kuning, selamat Anda telah memasuki kota Yogyakarta.